Minggu, 02 September 2012

Bhuana Agung dan Bhuana Alit

PENDAHULUAN
Bhuana Agung dan Bhuana Alit
Pendahuluan
  Dalam keyakinan Agama Hindu, istilah alam semesta atau alam raya lebih dikenal dengan istilah Bhuana Agung yang di dalam nya terdapat berjuta-juta binatang, planet-planet, matahari, bulan, dan lainnya. Salah satu planet yang paling deket dan paling penting untuk diketahui adalah planet bumi, karena di planet bumi ini terdapat manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan hidup, tumbuh, dan berkembang biak.
  Menurut para ahli Agama Hindu, yaitu para maharsi yang menceritakan dalam Weda, bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan yang bergelar Brahman. Brahman inilah yang dipandang umat Hindu sebagai Tat Yang Agung dan Yang Maha Mulia. Dari Yang Agung inilah kemudian muncul alam semesta ini dan Beliau pulalah sebagai pelindung, dan atas kehendak Beliau ala ini akan mengalami kehancuran atau Pralaya. Adapun tujuan Brahman atau Tuhan menciptakan alam semesta adalah sebagai tempat hidup terutama manusia, sehingga dapat menikmati kehidupan dalam hidupnya.
Pengertian Bhuana Agung dan Bhuana Alit
 Bhuwana Agung
  Bhuwana Agung terdiri atas dua kata, yaitu kata Bhuwana yang artinya dunia, alam, loka dan jagat dan kata Agung berarti besar atau raya. Jadi, dari penggabungan kata-kata tersebut Bhuwana Agung berarti dunia yang besar atau lebih dikenal dengan sebutan alam semesta. Nama lain dari alam semesta adalah Makrokosmos.
Bhuwana Alit
  Bhuwana Alit adalah dunia kecil yang unsur-unsurnya sama dengan Bhuwana Agung. Bhuwana Alit sama dengan Diri manusia. Bhuwana Alit disebut juga dengan Mikrokosmos. Unsur-unsur Bhuwana Alit pada diri manusia terdiri atas unsur Purusa menjadi Jiwatman, sedangkan unsur Prakerti menjadi bahan manusia, baik itu badan halus atau suksma sarira maupun badan kasar atau stula sarira.
Proses Terjadinya Bhuana Agung 
Terjadinya Bhuwana Agung
Bhuwana Agung dulunya tidak ada lalu ada, kemudian tidak ada lagi dan demikian seterusnya. Disebut masa Srsti atau Brahma Diwa saat alam semesta ada (siang hari Dewa Brahma). Disebut masa Pralaya atau Brahmakta saat alam semesta tidak ada (malam hari Dewa Brahma). Proses tercipta Bhuwana Agung berlangsung secara berjenjang, dari jenjang halus (Niskala) sampai jenjang kasar (Sekala). Pada mulanya Bhuwana Agung diciptakan oleh Tuhan yang bergelar Rudra. Beliau mempergunakan satu maya yang memiliki beraneka tenaga. Dari maya ini muncul
Tri Guna
:
1.   Sattwan
2.   Rajas
3.   Tamas
Melalui Maya yang diliputi Tri Guna maka bergeraklah unsur-unsur yang menjadikan Bhuwana Agung antara lain Pramanu, akasa, Kola dan Dik. Meraka berputar dan berubah masing-masing menuju pada posisinya sehingga muncul dunia, bintang, matahari, bulan dan planet-planet.
Setelah proses terbentuknya Bhuwana Agung melalui proses evolusi dari Paramanu dan Akasa maka Tuhan (bergelar Rudha) mengisi alam semesta dengan kehidupan.
Proses Terjadinya Bhuana Alit
Terjadinya Bhuwana Alit

Asal mula Bhuwana Alit (manusia, hewan
dan tumbuh-tumbuhan) pada dasarnya
sama.
Makhluk hidup pertama diciptakan adalah
Stawara (Tumbuhan), golongan Eka
Pramana.

Trana: Bangsa rumput yang
hidup di air dan di darat
Lata: Bangsa tumbuhan
menjalar di tanah dan di
pohon
Taru: Bangsa semak
Gulma: Bangsa pohon berkayu dan berongga
Janggama: Bangsa tumbuhan yang hidupnya menumpang pada pohon lain
Makhluk hidup kedua diciptakan adalah
Marga Satwa (Hewan), golongan Dwi
Pramana.

Swedaya: Bangsa binatang satu sel yang hidup di air
Andaya: Bangsa binatang yang bertelur, hidup di air, darat dan udara
Jarayuda: Bangsa binatang yang menyusui, pemakan rumput dan pemakan daging
Makhluk hidup ketiga diciptakan adalah Nara Marga (Manusia), golongan Tri Pramana.

Nara Marga: Manusia binatang,
berbadan manusia dan berkepala
singa
Wamana: Manusia kerdil
Jatma Manusia: Manusia sempurna
 Unsur-unsur Bhuana Agung dan Bhuana Alit
Secara umum Unsur-unsur bhuana Agung dan Bhuana Alit sama-sama berasal dari :
1.Panca Tan Matra
2.Panca Maha Bhuta
Panca Tan Matra
adalah lima unsur zat yang bersifat sangat halus yang terdiri dari :
1.   Sabda tan matra (sari suara)
2.  Sparsa tan matra (sari rabaan)
3.  Rupa tan matra (sari warna)
4.   Rasa tan matra (sari rasa)
5.   Gandha tan matra (sari bau)
Dari Panca Tan Matra melahirkan Panca Mahabhuta yaitu:
1. 
Akasa lahir dan sabda tan matra melalui manab
2. Bayu
lahir dan sparsa tan matra melalui akasa
3. 
Teja lahir dan rupa tan matra melalui bayu
4. 
Apah lahir dan rasa tan matra melalui teja
5. 
Perthiwi lahir dan ganda tan matra melalui apah
  Panca Maha Bhuta
  merupakan lima unsur dasar yang dijadikan penyusun alam semesta ini.
1.   Perthiwi
Pertiwi
adalah segala sesuatu yang mewujud, berbentuk, bisa diraba/dirasa, kokoh dan nyata. Contohnya adalah tanah, batu, kayu, besi dan seluruh benda di sekeliling kita. Pertiwi lebih umum disebut sebagai elemen TANAH.
2.  Apah
       Apah adalah kebalikan dari pertiwi yaitu segala sesuatu yang lentur, mengalir,         fleksibel, luwes, mendinginkan dan tidak memiliki bentuk yang kokoh. Secara nyata   wujud Apah adalah elemen AIR.
3.Teja
 
Unsur/bhuta ketiga adalah Teja. Teja sendiri adalah elemen API. Dan api membawa dua hal yaitu panas dan cahaya.
4.Bayu
  Bayu adalah sesuatu yang menaungi atau melingkupi. Seperti Bumi yang dinaungi atau dilingkupi atmosfir. Dan isi dari atmosfir adalah Angin. Sehingga secara sederhana Bayu diartikan ANGIN.
5.Akasa
   Bhuta kelima atau terakhir adalah Akasa atau Ether. Akasa sendiri bukanlah sebuah unsur, melainkan sebuah RUANG (ruang kosong).
Contoh-contoh Bhuana Agung dan Bhuana Alit
1.Bhuana Agung artinya alam besar atau jagat raya yang kita tempati karena keluhuran dan kemampuannya untuk memberikan kehidupan kepada semua makhluk tanpa henti-hentinya.
Bhuana agung juga disebut Macrocosmos.
Yang termasuk Bhuana Agung adalah Alam Semesta termasuk planet-planet yang ada di dalamnya.
2.Bhuana Alit berarti alam kecil atau dunia kecil, yaitu suatu istilah untuk            menyebutkan bersemayamnya Sang Atma.
Yang termasuk Bhuana Alit adalah tubuh manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Hubungan Bhuana Agung dengan Bhuana Alit
Bhuana Agung dan Bhuana Alit memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lain. Hubungan itu dapat diuraikan minimal sebagai berikut :
1.    Bhuana Agung dan Bhuana Alit diciptakan oleh pencipta yang sama.
2.    Bhuana Agung dan Bhuana Alit memiliki unsur-unsur yang sama. Dalam proses penciptaan meskipun ada perbedaan waktu antara penciptaan alam semesta dengan mahluk yang ada di dalamnya, tetapi unsur-unsur pembentukannya adalah sama.
3.    Bhuana Agung dan Bhuana Alit saling melengkapi.  Mahluk hidup diciptakan berada dan berkembang pada alam semesta. Alam dilengkapi dengan berbagai ornamen untuk kehidupan dan perkembangan mahluk hidup.
4.    Bhuana Agung dan Bhuana Alit saling mempengaruhi. Karena Bhuana agung dan bhuana alit memiliki unsur-unsur yang sama maka dalam proses hubungannya akan saling mempengarui.
Tidak Selarasnya Hubungan antara Bhuana Agung dengan Bhuana Alit
Dampak ketidak selarasnya hubungan antara Bhuana Agung dengan Bhuana Alit antara lain :
1.Warga yg bertempat tinggal dipesisir pantai dahulunya berjarak ratusan meter, sekarang menjadi sangat dekat dengan lautan.
2.Rumah yg berada di pegunungan sering terkena longsor saat hujan deras.
3.Rumah Penduduk tergenang air karena banjir.
4.Bangunan hancur karena terkena bencana alam.
5.Muncul angin puting beliung yang merusak bangunan bahkan menelan korban jiwa.
Menyeimbangkan Hubungan antara Bhuana Agung dengan Bhuana Alit
Upaya-upaya yg dilakukan untuk Menyeimbangkan Bhuana Agung dengan Bhuana Alit :
1.Melaksanakan Upacara Bhuta Yadnya.
  Melaksanakan upacara pencaruan yang bermakna untuk mengkomunikasikan Bhuana Agung dan Bhuana Alit.
2.Melaksanakan Upacara Tumpek Pegatang.
  Upacara ini bermakna sebagai pernyataan terima kasih atas keseimbangan diciptakannya tumbuh-tumbuhan sebagai penyeimbang Bhuana Agung dengan Bhuana Alit.
3.Melaksanakan Upacara Tumpek Kandang.
   Upacara ini bermakna sebagai pernyataan terima kasih atas keseimbangan diciptakannya hewan/binatang sebagai penyeimbang Bhuana Agung dengan Bhuana Alit.
    
  

 
  
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar